MENGINGKAN DINGINKAN

akhir sampai mengakhir akhir, sesuatu daripadaku telah tampak tak kasat mata dikepunyaan mu. Disaat aku ingin menjadi satu-satunya titik pusat yang kupandang lekat-lekat, kenyataan menjawabnya dengan pahit yang teramat pekat. Sebab, yang ada padaku memang tidak untuk menjadi sesuatu yang menarik perhatian orang-orang itu. Teriakan yang terdengar, atau orang-orang itu memang enggan menoleh lalu sadar.Seperti hanya keberadaan yang tak terlihat, atau kalian memang enggan untuk kita menjadi terlalu dekat.

Rasanya aku tak menjadi begitu berbeda dengan yang lainya, namu mengapa tak kalian berikan aku tatapan yang sama? Harus sejauh mana aku menyentuh hati kalian, agar setidaknya kalian tak terburu-buru berlalu dari sisihku? Kukira menyayangi lewat mimpi tak akan pernah senyata ini, kecuali pada kalian.

Lalu, ketika aku terlanjur sayang akan kebersamaan yang tak pernah ada rasa pada ku dari kalian yang berbahagaia akan kebersamaan yang ada, lalu rasa aku untuk kalian yang kukuh akan kah terabaikan?!

Kalian terlalu jauh untuk kurengkuh atau kedekatan memang tak pernah kauinginkan? Sebab berulang kali aku menunjukkan diri, namun tak sekali pun kalian menyadari bahwa aku selalu ada. Bagaimana bila rasa ini bukanlah untuk sementara? Bagaimana bila aku tak sanggup lagi untuk menunggu lebih lama? Barangkali terlalu sulit bagi kalian untuk menaruh peduli, sedangkan terlalu mudahnya aku untuk memberi hati.
Meski kalian memilih jalan yang tak pernah melewati pintu bahagiaku, ingatlah itu tak berart aku tak menunggu kalian dibalik pintu. Bisa jadi, disuatu waktu yang entah, kalian tersesat kemudian berteduh di berandaku. Bisa jadi, disuatu saat yang kelak, kalian menemui nyaman di dekap pembicaraan nyelenehku. Tetapi, bisa juga tidak.

Meski yang mereka lihat ialah bahwa aku selalu menerima, ingatlah, tak berarti aku tidak berusaha. Barangkali di suatu waktu yang entah, kamu akan mendengar. Barangkali di suatu titik yang entah, aku akan terlihat. Atau barangkali sebelum semuanya itu terjadi, rasa yang ada justru telanjur pergi.

Semoga di suatu hari yang entah, kalian akan tahu bahwa aku pernah sebegitunya ingin untuk diinginkan. Semoga di suatu hari yang entah, kalian akan tahu bahwa aku pernah sebegitunya ingin untuk terlihat. Semoga pada saat itu, segala sesuatunya belumlah terlambat.

0 komentar: