ANTARA PACARAN DAN JOMBLO

Maaf, aku harus berkata “sialaann..!!!”. kenapa harus cinta lagi sih yang mengganggu otakku? Mungkin disarankan memang benar harusnya ada dokter cinta. Soalnya cinta terkadang lebih menyakitkan dari sakit kepala akut, atau gigi berlobang penuh coklat!
Entah hari apa, aku sudah berjanji tidak berjanji tidak ngutak-atik lima huruf menjijikkan itu. Tapi, ada beban moral rasanya kalau aku tidak menyampaikan hal ini. Mungkin tidak ada manfaatnya, tapi coba saja dibaca!!
Malam ini (aku masih bingung menyebutnya malam-tengah malam-atau pagi), masih dengan mimpiku yang ngebet pengen kaya Carrie Bradshaw, mencoba menjernihkan setiap inci bagian otakku, berharap ada bahasan yang lain yang bisa ku urai kecuali CINTA! Ah damn!* aku tak punya pilihan lain, aku bosan harus bertanya seperti orang bodoh, tapi lagi-lagi harus keluar dari mulut sexy gue “kenapa cinta lagi? Basii!”Andai ada pilihan, aku lebih suka menyebutkan satu persatu setan yang pernah eksis di layar lebar atau setan seri pilihan dibangunan tua belakang bioskop RAMA. Toh setan dan cinta keduanya sama-sama menakutkan buatku (sekarang). Bedanya, aku tak pernah mencintai setan* (apa iya?). atau aku harusnya menjejerkan cinta dengan gaun-gaun cewek warna pink (ouch.. menjijikkan!!).
Aku tak tahu harus bagaimana menilai diriku yang sekarang. Sebenarnya banyak beban dimataku yang coba kupilah satu persatu. Seperti penulis tenar yang sudah punya kolom pribadi di sebuah majalah terbitan ibu kota, itu aku sekarang! Oh my God, tapi kenapa harus CINTA sih? Ada yang punya jawabannya kenapa cinta? Jiah, gue mulai bego!Tapi aku sudah bertekad, tidak ada lagi puisi murahan macam kaleng rombeng tentang CINTA (itu sudah pernah, dan tidak untuk kesekian kalinya!)Itu adalah monolog gila pembuka cerita malam ini. Sudah kuputuskan akan berbicara apa. Di monolog pembukaan aku ngoceh sana-sini soal cinta, maaf ya aku ingkar janji. Aku nggak secara khusus membahas cinta yang luas banget kalau mau diobrak-abrik. Tapi mungkin agak nyambung dikit kalau kita ngomongin kawan dekatnya cinta ini.JOMBLO itu PRINSIP bukan NASIB* (kata-kata yang pernah kudengar dari seorang teman) Awalnya aku hanya terkesan lewat beberapa kata menakjubkan itu, dan aku hanya ngangguk-ngangguk. Dalam hatiku “bener juga tu kata-kata!” dan keukeuh dalam sanubari ini, “gue jomblo (apa) karena prinsip! (?)” . dan sebaiknya tak perlu kujawab, karena mungkin akan memalukan! Aku juga nggak tertarik mencari perbedaan kata prinsip dan nasib, karena memang keduanya jelas berbeda (untuk mengurangi kesan bego-ku).
Aku mulai mencari untung-ruginya, dan membandingkan (tentu bukan kehidupanku sebagai bandingannya, hanya melihat realita zaman sekarang-dan mungkin sedikit banyak terpengaruh sinetron). Dan aku juga tak perlu merenung terlebih dulu apakah aku jomblo karena prinsip atau nasib! Its fk!
Jomblo (aku tak pernah punya niat menyontek dari sebuah catatan yang pernah jadi bahasan di koran pingir trotoar alun” kota) pasti dekat kaitannya dengan kesendirian, tentu tanpa pacar (aku coba melihatnya dari sudut pandang perempuan –ya ampun feminis banget- karena seorang lelaki sudah pernah mencoba menguraikan pendapatnya, ya biar adil aja!), dan aku mencoba berfikir positif, dengan kesendirian aku hanya dituntut oleh diriku sendiri dalam segi fashion, karena tidak ada ocehan tentang apa yang aku kenakan sedang nge-trend atau kuno. Dan aku tidak diwajibkan bersolek dengan gaya rambut yang aneh dan berpakaian yang mahal atau menunggangi motor ninja untuk terlihat –lebih- cakep (ini yang sering aku lihat disekitarku, hanya demi pacar biar nggak lirik sana-sini cowok biasanya rela berdandan mati-matian). Bahkan berani taruhan, mari kita geledah tas cewek-cewek sekolah sma jaman sekarang (yang sudah punya pacar), isi tasnya lebih banyak kosmetik ber-merk mulai dari untuk urusan pipi, mata, bibir daripada buku wajib yang harus mereka bawa saat jam kuliah (minjem itu lebih praktis- itu prinsipnya). Muka, baju,sepatu, tas, rambut jadi urusan ribet untuk dibahas. setiap hari rasanya harus match-ing antara baju dengan kuteks kuku, atau sepatu dengan eyes-shadow (bener nggak nulisnya, ah aku nggak tahu dan aku tidak terlalu peduli-_-). Sisir harus duapuluh empat jam berada ditas karena nggak mau terlihat acak-adul didepan pacar (kalau masalah ini aku masih toleran, dan setuju kalau cewek apalagi yang berambut wajib membawa sisir kemana aja, ibaratnya seperti kantong ajaib bagi doraemon atau tongkat sihir buat Harry Potter). Dari cara berjalan-pun harus diatur, maksudnya biar terlihat anggun dan bukan berarti pas nge-jomblo bisa seenaknya juga sih, tapi aku yakin maksudku tersampaikan (you know me so well-lah)*Ngomong opo lah...
Kayaknya ribet banget ya punya pacar, harus sempurna setiap saat. Udah macam artis saja, yang harus terlihat berbinar-binar disorot media padahal mata super duper ngantuk. (tentu ini sangat subyektif, bisa dikritik atau diusik, silahkan! monggo). Belum lagi masalah dengan teman-teman bermain yang sedikit banyak tersita untuk bersama pacar, biasanya sih sahabat-sahabat yang katanya ngertiin kita itu pada komplain dengan kesibukan baru kita. Masalah yang sangat dimungkinkan muncul, tunggakan yang memberngkak. Dari tagihan pulsa, urusan beli baju yang harus selalu ngikutin trend, kebutuhan beli make-up ini itu atau sekedar hasrat nyalon yang selalu datang tiap tiga hari sekali. Oh my Dick,  ampun deh jadi cewek ini (hanya khayalan penulis gila saja, tapi cukup menggambarkan kenyataan yang ada.. hahaha.. ). Mungkin agak lari-lari dari bahasan tentang jomblo dan tetek bengeknya, aku tergelitik dengan sebuah pernyataan yang mondar-mandir minta disuarakan, berharap ini menjadi sebuah penyadaran masal.“..Kenapa sihh cewek ribet banget kalau mau ketemu pacar, harus dandanlah, mandi kembanglah, luluranlah, make-up-an berjam-jam lah belum lagi untuk me-match-kan gaun sama tas sama sepatu sama warna kuku, ampun deh lima tahun sepuluh hari nggak kelar. Padahal cowok lebih suka cewek yang apa adanya* (begini penjelasannya, biar lebih sopan saja sih. Faktanya cowok lebih suka melihat cewek yang nggak pake apa-apa ~bugil bahasa gaulnya, ya toh? )..”*maaf kalau kata-kata diatas nggak sopan! Nggak deng kata itu aku sedikit bercanda.. iya sedikit bercanda.. its fk!

Oke, kembali lagi ke bahasan jomblo sodara-sodari.Seperti yang sudah disinggung panjang lebar tadi, memang aku harus membenarkan opini murahanku tentang jomblo  nggak ribet! Dan aku tak butuh dukungan untuk menguatkan pendapatku, toh yang sekarang punya pacarpun merasa ribet walau mencoba menutupinya atau malu mengungkapkan keribetannya (aku yakin seratus persen). Mungkin pembelaannya begini, “ aku kan cinta sama pacarku, ribet-ribetan dikit nggak papa dong, kan buat pacar. Penulis kampungan ini lagi jomblo aja, makanya bisa bilang begini! ”Ya, aku sudah bisa menebak arah hujatan padaku! Pasti akan ada yang berkata demikian, dan aku tidak keberatan. Karena sekali lagi aku bilang, tulisan ini sangat subyektif penulis yang sedang menjomblo. Atau nanti suatu saat kalau aku punya pacar, akan kubeberkan suka-duka pacaran. Bagi jomblo-jomblo sekalian, juga boleh berutara tentang dukanya sebagai jomblo. Atau juga boleh setuju dengan keuntungan menjomblo seperti yang kubahasakan. Nggak adil banget kalau aku tidak memberikan opini tentang duka-nya menjadi jomblo. Ini bukan kesimpulan, hanya takut lupa menyampaikan amanat penting, dan hanya sekedar mengingatkan dan tolong digarisbawahi. Jomblo bukan berarti cuek akan penampilan diri. Jomblo juga berhak ganteng/cantik, mungkin nggak se-lebay kalau punya pacar (mungkin begini pasnya- cantik/ganteng adalah hak asasi, dan tidak baik mengingkari diri sebagai pribadi yang ganteng/cantik karena kita sedang menjomblo. Jomblo bukan masalah selera yang naik turun sesuai permintaan pasar, detik ini kalau diminta punya pacar-pun sebenarnya bisa!! *Akehh sing ngantri aku jann e rek...) (ya, saat lagi jomblo seperti ini ocehan kegiranganku. Nggak terlalu ribet dan ribut ngurusin cinta plus cemburumanianya atau panas dingin seputar patah hati. And I can say “ I’m free!!..”) Aku nggak mau dibilang nggak adil. Oke aku akan bicara tentang duka sebagai jomblo. Kupikir-pikir selama beberapa detik. Dan kutemukan jawabannya, duka sebagai jomblo hanya karena tidak punya pacar dan itu tak terlalu jadi masalah, sebab mendapati diri ganteng belasan cewek kayaknya sudah ngantri didepan rumah buat jadi pacar gue (maaf, lagi-lagi gila). Dan kupikir itu bukan duka, lebih tepatnya dinamika kehidupan. Ya ada saatnya berpasangan, ada kalanya sendiri. Toh, menjomblo juga nggak parah-parah amat rasanya.Ini terakhir dan kesimpulan:

*Aku jomblo dan aku menikmatinyaaa.. Dan sahabat disekitar lah yang terbaik *assik dah!!*


0 komentar:

TEMAN, KAWAN, SAHABAT DAN SEGALANYA #FORPIS PURWOREJO 2015/2016

Tulisan ini merupakan ungkapan dari bahasa diamku,  berupa tulisan yang merekam, hampir seperti fikiran merenung.  Ia berkelebat tak tentu arah, menggalih-galih bongkahan pengalaman, menggalih dan mencari butiran kenangan yang bertebaran dimana-mana, seperti puzzle yang bisa merangkai atau serupa Mozaik kaca yang berderai. Ia berujar pada satu makna akan suatu masa atau moment.

Moment itu merangkai menjadi 1 bejana utuh untuk mengingat, membuat aku terjerembab pada suatu keadaan --- lebih tepatnya "sedih" , sedih ketika aku sejenak meski hanya sesaat membuka setiap slide tentang sebuah kenangan sahabat, slide  yang mengingat akan kebersamaan, apalagi jika harus mengingat lebih dalam dan semakin mendalam tentang aku dan mereka yang pernah berdebat akan sebuah pendapat.. perbedaan arah dan tujuan.. juling akan sebuah teman dan cinta yang melarang.. yang marah menjadi memerah.. setelah itu kita bersatu lagi.. ada saatnya menjadi fokus serius untuk suatu tujuan dan ada saatnya canda tawa untuk sejenak  meredam penat.. yaa, kita tetap satu untuk mencapai suatu tujuan bersama meski tak jarang menemui liku jalan yang menyesat tapi itu bukan sebuah hambat yang berarti untuk kita lalui dengan kebrsamaan dan solidaritas kita bisa hingga akhir perjuangan kita sukses.. suatu kebanggan memang kita telah melaluinya. 

Malam ini aku benar" kangen sekali dengan kalian.. rasanya jika bertemu dengan kalian aku ingin memeluk erat kalian semua..ingin rasanya melampiaskan segala rindu yang tertanam mendalam ini.. seakan akan aku tak pernah rela melepas kalian.. ingin rasanya mengulang setiap kisah yang ada, yang pernah kita semua ciptakan bersama.. 

Aku teringat saat pertama kita bertemu,, Saat kita berbicara bersama untuk sebuah rencana,, Saat kita bermain atau sekedar melepas penat setelah berbicara tegang dan merasa lelah,, Saat kita bercanda tawa sampai berlarut hingga titik menjengkelkan,, dan lain sebagainya kita telah lalui bersama dalam satu forum ini kawan. Oke lah kalian sudah mulai sibuk dengan apa yang menjadi pekerjaan dan tanggungjawab kalian, aku masih kelas 11 dan aku masih lebih banyak waktu dibanding kalian yang sudah kelas 12,, aku akan lebih mengerti tentang keadaan kalian dari pada aku terus merengek-rengek seperti anak kecil yang hanya bersenang senang saja dalam pikirnya.. sebenarnya bukan hanya itu yang ada dalam anganku selama aku tidak diantara kalain, dulu kalain sangat mengerti dan mau menjadi pendengar yang baik jika salah satu dari kita berbicara tetang masalah pribadinya atau sekedar curhat dan kalian  pasti tau apa maksudku, iyaa.. aku ingin kalain mendengarkan keluh kesahku selama aku tidak diantara kalian,, aku ingin bercerita tentang apa yang telah aku lalui saat tak bersama kalian baik itu bahagia ku ataupun sedihku.. tapi lagi-lagi aku harus mengerti kalau kalian mungkin lebih tidak bisa meski hanya mendengar sedikit ocehan galauku.. Maaf, kalau aku harus berkata *Kamvrett!  

Memang terkadang terasa nikmat dengan kesendirian tapi kamu tau kawan kenikamatan ini tiada banding saat aku bersama kalian yang selalu membuatku terinspirasi dengan banyak hal. 

Hemm baiklah, aku mengerti benar-benar sangat mengerti akan semua ini, artinya jelas aku sudah 17 tahun dan beranjak dewasa, yaa aku sudah beranjak dewasa dan berhenti lah merengek seperti anak kecil! itu mungkin yang ada dipikiran kalian.. Tapi yang ku maksud kawan, dewasa ini aku benar benar butuh dorongan dan motivasi dari kalian agar aku bisa bergerak dan lebih leluasa menjalani masa ini..oke lah jika kalian memang benar" tidak ada waktu.. aku akan moncoba sendiri..

Kalian sahabat" terbaikku, dimanapun kalian berada saat ini aku harap kalian selalu sehat dan tidak kekurang satu hal apapun, kejar cita" dan keinginan kalian hingga sukses nantinya.Semogga saja kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menikmati dunia indah ini bersama.. Aminn. 

#FORPISKAB.PURWOREJO2015/2016
#SALAMKEMANUSIAAN
#SIAMO


0 komentar:

ANTARA CINTA DAN ORGANISASI

Semua orang di dunia ini pasti pernah dan akan pernah merasakan yang namanya pacaran..(Kecuali buat saya, dan jangan tanya kenapa.. -__-), atau sekedar jatuh cinta , entah jatuh cinta pada Tuhan, orang tua, keluarga, teman, sahabat, cowok dengan cewek, cewek dengan cowok, bahkan cowok dengan sesama cowok atau cewek dengan cewek.. *Ehh...
topik ini mengingatkan saya pada quotes salah satu film favorit saya yang berjudul "Cinta Pertama" di dalamnya tertuang kata-kata yang maknanya  "kita mungkin saja dapat mencintai seseorang dengan memiliki raganya, cintanya, dan hatinya, namun kita tak pernah bisa menentukan atau memiliki jalan hidupnya." dan bagi saya kata-kata itu sangat menarik sekali, karena terkadang kita merasa apabila kita dan pasangan kita saling mencintai maka kita dapat memiliki segalanya dari pasangan kita tersebut, sesungguhnya itu salah besar.

kali ini saya ingin sedikit berbagi cerita mengenai cinta dan organisasi. kenapa harus cinta dan organisasi? apakah ada hubungannya? jawabannya ialah, hubungannya sangat erat sekali. Bahkan terkadang kedua hal ini harus saling berkorban. ketika kita dituntut harus profesional dalam organisasi dan disisi lain kita sangat menyayangi pasangan kita yang dengan sangat tidak beruntungnya berada dalam suatu organisasi tersebut bersama kita.  seandainya kita dituntut untuk memilih salah satu diantara dua hal tersebut, manakah yang akan anda pertahankan? cinta kamu ke dia? atau organisasi kamu? terus manakah yang akan kamu korbankan? kekasih kamu? atau komitmen kamu dalam organisasi tersebut? Iya, pertanyaan ini yang bikin orang sampe garuk" aspal, nangis sambil lari lari dijalan raya waktu hujan deres, membuat pandangan mengabur sampe liat baygon semprot terlihat seperti jus mangga yang mengiurkan kemudian meminumnya.. terus hibernasi..  udahhh.. krik.. krik..

tentu saja hal ini bukan masalah yang mudah untuk di pecahkan dalam waktu yang singkat tanpa memikirkan konsekwensi kedepannya. ketika kamu memperjuangkan loyalitas kamu dalam suatu organisasi kamu, itu sama artinya kamu harus mengorbankan cinta kamu dan merelakan kekasih kamu untuk melepaskan kamu seberapapun lamanya sampe lebaran kambing kamu menjalin hubungan tersebut bersama pasangan kamu, seberapapun sayangnya kamu kepada pacar kamu . sebaliknya ketika kamu mempertahankan cinta kamu, itu sama halnya kamu dengan mengorbankan komitmen kamu dalam organisasi tersebut untuk tetap berkontribusi secara profesional.

coba bayangkan ketika kamu dalam keadaan terjepit seperti ini, dimana kamu merasa berada di ujung tanduk. ibarat mobil yang parkir menempel pada dinding di bagian depan dan belakangnya. kmau merasa tidak dapat bergerak apa-apa. kamu maju salah mundurpun salah. Rasanya seperti saat kamu nahan buang air besar disaat kamu sedang mengerjakan ujian nasional diwaktu yang kurang 3 menit lagi dan kamu kurang 10 soal untuk menjawab, disitu kamu dihadapkan oleh dua pilihan, apa kamu mau ijin kepada pengawas ujian untuk buang air besar kebelakang sedangkan waktu ujian tinggal sedikit lagi atau kamu tetap mengerjakan ujian dan buang air besar dicelana? dan ketika dalam posisi ini, apa yang akan kamu lakukan? usaha apa yang akan kamu perjuangkan bersama pasangan kamu selain berdo'a kepada Tuhan masing-masing berharap di beri kemudahan dalam menyelesaikan cobaan ini dan berharap di tunjukkan jalan yang terbaik bagi kamu dan pacar kamu didalam organisasi.

  teman saya dulu yang sekarang sudah tidak menganggap saya sebagi teman pernah mengatakan kepada saya bahwa "yakinlah, ulat yang menjijikan akan berubah menjadi kupu-kupu yang cantik, kaktus yang berduri akan berbunga indah, dan akan ada pelangi sehabis hujan (Cornelius )". bagi saya sendiri tidak membenarkan sepenuhnya kata-ka ini, namun saya juga tidak menyalahkannya, hanya saja sedikit kata ini dapat memberi rasa tenag dalam hati saya, kalau menurut kalian sih terserah... suka suka...

So, berpikirlah baik-baik sebelum kamu bertindak karena penyesalan takkan membuat waktu yang terlah berlalu dapat diputar kembali, jadi manfaatkan lah sebaik mungkin, jangan sampai anda salah langkah dan menjadi suatu penyesalan yang hanya akan menghantui diri kamu sepanjang hidup kamu.


#Hidupberorganisasi
#cintaorganisasi
#pahlawanorganisasi
#pejuangorganisasi

0 komentar:

AKU BUKAN ANTI SOSIAL, TAPI AKU MEMANG MENIKMATI KESENDIRIAN

Aku senang berpergian ke tempat asing seorang diri.
Aku tak pernah bertanya kepada jiwa, mengapa aku terus mengasingkan diri.
Setiap kali bukan berarti setiap saat, aku sendiri. memang terlihat bodoh bagi sebagian orang tapi aku begitu menikmatinya. Aku jarang bercengkrama dengan teman" sekelasku ketika sedang dikelas atau di sekolah bahkan diluar sekolah, kecuali ketika saat pada ketika jam berorganisasiku dimulai aku mungkin lebih ingin berterus terang tentang pendapat dan kau tau kawan aku dari dulu sangat suka berorganisasi, entah apa yang membedakan antara organisasi dengan kehidupan diluarsana yang membuatku lebih suka menyendiri, disini aku seperti terikat dalam batin yang kekal dan membuatku semakin nyaman. Beda dengan yang ada diluar sana.

Nampaknya aku tak harus bertanya demikian. Aku memang sudah menikmati kesendirian.
Bukan. Aku bukan seorang antisosial. Aku hanya telah menemukan konsistensi dari diriku sendiri.
Kesendirian ini terus mendatangkan kedamaian, juga rasa aman.
Mungkin, aku sering terlihat seperti orang yang kesepian.
Tapi jangan berprasangka.
Kadang aku malah merasa ramai jika berada di sekeliling pandangan orang-orang.
Malu? Tentu tidak.
Gelisah? Tidak juga.
Jika gelisah, mungkin aku tidak akan ada di sini.
Aku senang, jika beberapa orang melempar perkataan mengenai keseharianku.
Entah apa karena kau suka berlaku demikian, atau memang kenyataannya kau senang bermain keterampilan berpisau.
Lagi pula, tidak ada guna juga bertanya demikian, apalagi mencampuri urusanku yang pada akhirnya tidak akan aku tanggapi.
Tapi sesungguhnya aku memiliki banyak teman..
Teman yang mungkin bisa aku ajak bernestapa ke tempat-tempat yang sering aku singgahi.
Tapi aku menolak.
karena tak semua teman dapat mengerti.. 
Aku dari dulu paling benci dikasihani.. apa lagi jika ada orang mengatakan bahwa dia kasihan terhadapku untuk alasan apapun itu aku seperti menjadi orang paling tidak mampu didunia.. aku senang jika seseorang tanpa mengatakan hal seperti itu tapi dia sudah mrengerti kebutuhanku bahkan penderitaan ku dan dia tanpa aba" suda mau melakukan inisiatif untukku.. 

Aku lebih baik menikmati kesendirianku ini.
Bukan berarti aku menolak keberadaan seorang temsan, tapi aku hanya ingin teman yang setidaknya mengerti dan dia mampu menggambil inisiatif beserta pengorbananya.
 
Tidak bisa mengelak juga, awalnya aku selalu berkecamuk dan tidak menerima.
Aku tidak ingin sendirian, aku tidak ingin menjadi sendiri.
Namun hingga pada akhirnya, aku menyadari.
Kesendirian membuat kita menjadi diri kita secara utuh.
Kesendirian membuat kita jauh dari prasangka.
Kesendirian membuat sadar akan kemampuan diri.
Kesendirian itu membangun.
Kesendirian membuat manusia kokoh.
Mungkin aku akan menjadi gelap, dan mungkin sulit untuk didekati
Namun aku mendapati apa yang sesungguhnya ingin kulakukan.
Aku menemukan siapa aku sebenarnya.

 

0 komentar:

TAK KELAR

Beberapa akhir cerita memang dibuat tanpa sesuai dengan apa yang selama ini kita damba. Aku pernah mendambakan, aku akan terus dan terus berjuang sampai waktu yang tak terhingga, namun ternyata ini, lagi-lagi harapan yang tak kunjunga menjadi nyata. Entah sudah tetes keringat yang ke berapa dan kamu tetap saja tiada.

Perjuanganku adalah sepanjang jalan yang tidak untuk diteruskan pun dipertahankan. Maka semoga aku semakin mengerti jika keinginan dan kenyataan hanyalah dua jalur berbeda, dan tidak selalu berjalan beriringan.

Keping-keping hati coba kukumpulkan seorang diri. Biar perih, biar sedih, biar saja. Kurawat luka sembari menunggu kamu kembali bersama asa. Ingin tetap kamu sebagai akhir perjuangan ini, masih bolehkah?

Meski sulit jalan menujumu, aku tetap ingin kamu. Sebab mengharapmu dan lupakanmu itu tiada beda, tetap kutanggung sendiri segala akibatnya.

Seakan tak peduli pada siapa yang sedang bersanding denganmu di sisi, aku tetap berharap kita yang akan bersatu kelak. Sesulit itu untuk membuka pintu hati, ketika yang kuinginkan hanyalah menutupnya. Karena tidak ada ruangan yang tersisa bagi mereka yang ingin datang dan singgah.

Ingatkah kamu tentang semua usaha yang membuatku berpegang pada harap?

Tentang seberapa tangguh aku dihadapanmu, tak ingin mencari pelabuhan di lain hati. Tentang kamu yang selalu bawakanku pesona pelangi, tapi tiada seakan tiada boleh harap untuk menharap dan memiliki. Tentang kamu dan rautmu, kamu dan senyummu, kamu dan masa depan yang aku harap. Kamu yang kini hilang entah ke mana, mengingkari segala harap nan ternyata pilu.

Dan kini kutemukan kamu bersama dia, menghancurkan segala cita dan rasa. Sendiri aku berusaha mengolah keringat untuk mendapat ridhamu, meski kecil kemungkinan untuk menjadi satu dari sekian alasan. Lisan yang trus menghemubuskan udara sendu,bibir mulai mencibir, mencari jemarimu yang sudah terengah. Kedua tangan hampa mencari pegangan, yang tersisa tinggal angan-angan. Aku tak jauh berbeda dengan mereka di luar sana, mengharap pada sesuatu yang tidak mungkin menjadi ada.

Sekejap sajah aku untukmu, bolehkah?

Sekejap sajah aku ingin bertemu dan membisik tentang angan ini, bolehkah?

Betapa permintaan sederhana sudah mustahil kamu dengar. terlebih untuk bersama, kuyakin hanya lelah jika terus kukejar.

Tak yakin apa yang mampu buat semangatku luluh, sebab mencintamu adalah sebagian dari kepingan yang tercecer dijalan-jalan. Tak yakin siapa yang mampu mengganti kamu, sebab segala isi hati masih namamu terpatri.

Seandainya akan tersentuh hatimu untuk datangiku, ketahuilah pintu hati masih seperti yang lama dan terus membaru. Seandainya ada inginmu untuk kembali dekatiku, ketahuilah bahwa aku tidak memiliki alasan untuk mengelak. Dan hatiku tidak akan ke mana-mana, ia masih bertahan pada harapan yang sama. Semoga akan datang saatnya di mana aku dan kamu akan menyatu atau hanya sekedar akrab, meski terlihat sangat sulit untuk percaya.

@KuanIn

0 komentar: