Aku senang berpergian ke tempat asing seorang diri.
Aku tak pernah bertanya kepada jiwa, mengapa aku terus mengasingkan diri.
Aku tak pernah bertanya kepada jiwa, mengapa aku terus mengasingkan diri.
Setiap kali bukan berarti setiap saat, aku sendiri. memang terlihat bodoh bagi sebagian orang tapi aku begitu menikmatinya. Aku jarang bercengkrama dengan teman" sekelasku ketika sedang dikelas atau di sekolah bahkan diluar sekolah, kecuali ketika saat pada ketika jam berorganisasiku dimulai aku mungkin lebih ingin berterus terang tentang pendapat dan kau tau kawan aku dari dulu sangat suka berorganisasi, entah apa yang membedakan antara organisasi dengan kehidupan diluarsana yang membuatku lebih suka menyendiri, disini aku seperti terikat dalam batin yang kekal dan membuatku semakin nyaman. Beda dengan yang ada diluar sana.
Nampaknya aku tak harus bertanya demikian. Aku memang sudah menikmati kesendirian.
Bukan. Aku bukan seorang antisosial. Aku hanya telah menemukan konsistensi dari diriku sendiri.
Kesendirian ini terus mendatangkan kedamaian, juga rasa aman.
Mungkin, aku sering terlihat seperti orang yang kesepian.
Tapi jangan berprasangka.
Kadang aku malah merasa ramai jika berada di sekeliling pandangan orang-orang.
Malu? Tentu tidak.
Gelisah? Tidak juga.
Jika gelisah, mungkin aku tidak akan ada di sini.
Tapi jangan berprasangka.
Kadang aku malah merasa ramai jika berada di sekeliling pandangan orang-orang.
Malu? Tentu tidak.
Gelisah? Tidak juga.
Jika gelisah, mungkin aku tidak akan ada di sini.
Aku senang, jika beberapa orang melempar perkataan mengenai keseharianku.
Entah apa karena kau suka berlaku demikian, atau memang kenyataannya kau senang bermain keterampilan berpisau.
Lagi pula, tidak ada guna juga bertanya demikian, apalagi mencampuri urusanku yang pada akhirnya tidak akan aku tanggapi.
Entah apa karena kau suka berlaku demikian, atau memang kenyataannya kau senang bermain keterampilan berpisau.
Lagi pula, tidak ada guna juga bertanya demikian, apalagi mencampuri urusanku yang pada akhirnya tidak akan aku tanggapi.
Tapi sesungguhnya aku memiliki banyak teman..
Teman yang mungkin bisa aku ajak bernestapa ke tempat-tempat yang sering aku singgahi.
Tapi aku menolak.
Teman yang mungkin bisa aku ajak bernestapa ke tempat-tempat yang sering aku singgahi.
Tapi aku menolak.
karena tak semua teman dapat mengerti..
Aku dari dulu paling benci dikasihani.. apa lagi jika ada orang mengatakan bahwa dia kasihan terhadapku untuk alasan apapun itu aku seperti menjadi orang paling tidak mampu didunia.. aku senang jika seseorang tanpa mengatakan hal seperti itu tapi dia sudah mrengerti kebutuhanku bahkan penderitaan ku dan dia tanpa aba" suda mau melakukan inisiatif untukku..
Aku lebih baik menikmati kesendirianku ini.
Bukan berarti aku menolak keberadaan seorang temsan, tapi aku hanya ingin teman yang setidaknya mengerti dan dia mampu menggambil inisiatif beserta pengorbananya.
Tidak bisa mengelak juga, awalnya aku selalu berkecamuk dan tidak menerima.
Aku tidak ingin sendirian, aku tidak ingin menjadi sendiri.
Namun hingga pada akhirnya, aku menyadari.
Kesendirian membuat kita menjadi diri kita secara utuh.
Kesendirian membuat kita jauh dari prasangka.
Kesendirian membuat sadar akan kemampuan diri.
Kesendirian itu membangun.
Kesendirian membuat manusia kokoh.
Mungkin aku akan menjadi gelap, dan mungkin sulit untuk didekati
Namun aku mendapati apa yang sesungguhnya ingin kulakukan.
Aku tidak ingin sendirian, aku tidak ingin menjadi sendiri.
Namun hingga pada akhirnya, aku menyadari.
Kesendirian membuat kita menjadi diri kita secara utuh.
Kesendirian membuat kita jauh dari prasangka.
Kesendirian membuat sadar akan kemampuan diri.
Kesendirian itu membangun.
Kesendirian membuat manusia kokoh.
Mungkin aku akan menjadi gelap, dan mungkin sulit untuk didekati
Namun aku mendapati apa yang sesungguhnya ingin kulakukan.
Aku menemukan siapa aku sebenarnya.